Konsistensi adalah Segalanya!
Words Can Inspire, Thoughts Can Provoke, But Only “Inspired Action”
Brings You Closer To Your Dreams.
Tulisan di atas tertera di blog Badroni Yuzirman, penggagas komunitas Tangan di Atas (TDA) dan pemilik Manet Busana Muslim Plus. Bersama sang istri tercinta, Roni–demikian panggilan mesra lelaki kelahiran Jakarta 2 Mei 1973 dan saat ini berdomisili di Kemandoran Jakarta Selatan–memutuskan memulai bisnis menggunakan internet dan direct marketing dari rumah. Alasannya, “Jakarta macet, banyak waktu terbuang dan saya memang malas untuk bekerja keras. Alasan lainnya yang paling utama adalah: bisnis saya di Tanah Abang terancam bangkrut bila hal ini tidak dilakukan secepatnya,” demikian ungkap pria yang menyelesaikan pendidikan Sarjana S-1-nya di Fakultas Ekonomi Jurusan Managemen Universitas Trisakti ini mengisahkan awal perjalanan bisnisnya di halaman depan blog. Salah satu Penerima Penghargaan SWA Enterprise 50 tahun 2006 serta salah satu kontributor di Asia Blogging Network khususnya bidang blog bisnis, yang mengaku hobby membaca dan menikmati seni ini dengan senang hati menerima bz! untuk berbagi pengalaman.
Berikut Petikannya:
Bisa Bapak ceritakan kapan pertama kalinya ngeblog dan apa motivasinya?
Pertama kali ngeblog tanggal 15 November 2005. Waktu itu posting pertama saya adalah tulisan saya di sebuah buletin yang saya terbitkan sendiri. Sejak 1998 saya mengelola sebuah buletin komunitas orang Minang perantauan yang terbit 2 bulanan. Motivasi saya ngeblog adalah ingin sharing aja. Saya sering bercerita dengan teman-teman tentang bisnis dan motivasi. Mereka rata-rata senang mendengarnya. Saya berpikir, kalau cerita itu saya bagikan di blog, tentu akan lebih banyak yang dapat merasakan manfaatnya.
Bagaimana awal mulanya Bapak merintis untuk membuat Komunitas Tangan di Atas (TDA) dan apa tantangan terbesar yang bapak alami ketika itu ?
Komunitas Tangan di Atas (TDA) berdiri tanpa sengaja. Awalnya adalah beberapa orang pembaca blog saya yang meminta saya untuk menghadirkan tokoh yang saya ceritakan di blog itu. Kemudian dibuatlah pertemuan itu yang dihadiri oleh 40-an orang pembaca blog saya. Nah, dari situlah akhirnya TDA bergulir sampai sekarang ini.
Apa sebenarnya yang menjadi misi utama dari Komunitas TDA dan bagaimana bapak melihat perkembangannya sejauh ini termasuk program-program yang sudah dilakukan?
Saat itu saya melihat banyak milis yang bertemakan bisnis dan entrepreneurship. Tapi mereka kebanyakan hanya berwacana dan saling tukar informasi saja. Interakasi sesama member kurang terasa. Maka kemudian TDA saya dirikan dengan semangat lebih action oriented, mengurangi diskusi yang tidak perlu dan mendorong sesama member untuk saling berinteraksi, saling bantu, salng dukung dan sebagainya. Makanya, TDA tidak saya sebut sebagai milis, melainkan sebuah jaringan kerja. Milis kita gunakan hanya sebagai sarana komunikasi dan koordinasi.
Bagaimana bapak melihat prospek usaha melalui blog saat ini?
Boleh saya katakan bahwa dari TDA telah bergulir sebuah evolusi berbisnis melalui sarana blog. Sudah terbentuk sebuah jaringan pebisnis online yang menggunakan blog sebagai sarana pemasarannya. Dan saya melihat itu cukup efektif. Ada member yang beromset puluhan sampai ratusan juta dari blog saja.
Jika seseorang–seperti saya misalnya–ingin merintis usaha dan menggunakan blog sebagai sarana promosi, apa saran-saran Bapak agar hasilnya cukup optimal dan tepat sasaran?
Saran saya, gunakan jaringan TDA yang sudah ada. Hahaha! Tapi, ini sudah terbukti lho. Kedua, mahirlah bercerita atau menulis di blog. Cerita itu tentu saja yang menggiring rasa keingintahuan pembaca dan kemudian mendorongnya untuk “take action” membeli produk anda.
Bagaimana harapan Anda ke depan untuk Komunitas TDA ?
Saya sangat optimis.Karena konsep TDA ini bukanlah konsep baru, melainkan konsep lama yang diberi perspektif baru. Saya hanya kebetulan saja menemukan ini. Sebenarnya kebutuhan untuk saling berkumpul, saling bersinergi, saling bantu, saling bekerja sama itu adalah fitrahnya manusia, apa lagi bagi para pebisnis. Nah, di sisi inilah TDA bermain dan mendapat respon positif sampai saat ini.
Apa kesan dan harapan Anda terhadap majalah online kami serta Komunitas Blogfam?
Consistency is everything. Apa pun yang Anda lakukan secara konsisten, Insya Allah akan direspek oleh orang lain. Blogfam telah membuktikannya. Saya pun dari TDA
juga mengikuti jejak Blogfam ini. Setelah itu baru content dan manajemennya.
Catatan : Dimuat di rubrik bz!tamu Majalah Online Blogfam edisi Agustus 2007